Assalamualaikum wr...wb...

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (QS. 94, 5-6). Apabila kamu tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri disertai akhlak yang mulia (Nabi Muhammad SAW).Tidak ada Satu pun obat yang dapat menyembuhkan sakit hati kecuali dengan keikhlasan (Pepatah Arab).
Kepuasan terletak pada sebuah usaha, bukan pada hasil. Berusaha yang keras adalah kemenangan yang hakiki (M.Gandhi). Jadilah kamu manusia yang pada kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis, dan pada kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum (M. Gandhi).Membuat tapak-tapak jejak dengan berpijak secara bijak, di manapun kita beranjak (Agus Samsudrajat).

Minggu, 05 Desember 2010

Renungan Motivasi

Hari ini sebelum anda MENGELUH dengan pekerjaan dan hasil yang kita dapatkan selama ini mari kita pikirkan dan lihat sebarapa besar mimpi anda dan seberapa kuat anda bisa melewati proses untuk meraihnya...anda tahu kesuksesan itu TIDAK GAMPANG, berarti kalau anda merasa saat ini sedang merasa kesulitan dan sering mengeluh maka anda harus bisa menyelesaikanya dan itu berarti KESUKSESAN ANDA SEMAKIN DEKAT,..!!! (A,34')

Kesuksesan Besar yang sesungguhnya bukan berasal dari Hal-hal yang BESAR...., justru Kesuksesan BESAR berasal dari hal-hal KECIL dan SEDERHANA..
(Thomas Alfa Edison.

sering kita berpikir apakah keputusan yg kt ambil benar, tp apakah kita pernah berpikir dengan benar apa yang akan kita putuskan bisa menjamin masa depan kita...
sebuah jaminan didunia ini tak akan ada yg bisa memberi dengan abadi, yang ada hanyalah bagaimana kita bisa menjamin diri kita untuk bisa dipercaya dan percaya, bisa ikhlas dan di ikhlaskan...(A.34')

Jumat, 08 Oktober 2010

Peran Serta Masyarakat dalam pembangunan kesehatan

Menurut Sugono (2008), kepala pusat bahasa kamus besar bahasa indonesia peran serta adalah ikut ambil bagian di suatu kegiatan, keikutsertaan secara aktif, atau partisipasi.
Menurut Notoatmodjo (2007), peran serta atau partisipasi masyarakat adalah ikut sertanya seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan permasalahan-permasalahan masyarakat tersebut. Peran serta dibidang kesehatan berarti keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan mereka sendiri. Hal ini masyarakat sendirilah yang aktif memikirkan, memecahkan, melaksanakan dan mengevaluasikan program-program kesehatan. Institusi kesehatan hanya sekedar memotivasi dan membimbingnya. Peran serta setiap anggota masyarakat dituntut suatu kontibusi atau sumbangan. Kontribusi tersebut bukan hanya terbatas pada dana dan finansial saja tetapi dapat terbentuk dalam tenaga (daya) dan pemikiran (ide). Dalam hal ini dapat diwujudkan dalam 4M yakni, manpower (tenaga), money (uang), material (benda-benda) dan mind (ide atau gagasan).
2. Dasar-dasar filosofi peran serta masyarakat
Hubungannya dengan fasilitas dan tenaga kesehatan, peran serta masyarakat dapat diarahkan untuk mencukupi kelangkaan tersebut. Dengan kata lain peran serta masyarakat dapat menciptakan fasilitas dan tenaga kesehatan. Peran serta masyarakat didasarkan pada idealisme berikut :
a.Community fell need
Apabila pelayanan itu diciptakan oleh masyarakat sendiri, ini berarti bahwa masyarakat itu memerlukan pelayanan tersebut. Pelayanan kesehatan bukan karena diturunkan dari atas, yang belum dirasakan perlunya, tetapi tumbuh dari bawah yang diperlukan masyarakat dan untuk masyarakat.
b.Organisasi pelayanan masyarakat kesehatan yang berdasarkan peran serta masyarakat. Hal ini bararti bahwa fasilitas pelayanan kesehatan itu timbul dari masyarakat sendiri.
c. Pelayanan kesehatan tersebut akan dikerjakan oleh masyarakat sendiri. Artinya tenaga dan penyelenggaranya akan ditangani oleh anggota masyarakat itu sendiri yang dasarnya sukarela.
Uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa filosofi peran serta masyarakat dalam pelayanan kesehatan masyarakat adalah terciptanya suatu pelayanan untuk masyarakat, dari masyarakat dan oleh masyarakat.
3. Metode peran serta masyarakat
Metode yang dapat dilakukan untuk mangajak atau menumbuhkan peran serta masyarakat pada dasarnya ada dua cara, antara lain:
a. Peran serta dengan paksaan
Artinya memaksa masyarakat untuk kontribusi dalam suatu program, baik melalui perundang-ungdangan, peraturan-perturan maupun dengan perintah lisan saja. Cara ini akan lebih cepat hasilnya dan mudah, tetapi masyarakat akan takut, merasa dipaksa dan kaget karena dasarnya bukan kesadaran tetapi ketakutan. Akibatnya masyarakat tidak akan mempunyai rasa memiliki terhadap program yang ada.
b. Peran serta dengan persuasi dan edukasi
Artinya suatu parisipasi yang didasari pada kesadaran. Sukar tetapi bila tercapai hasilnya akan mempunyai rasa memiliki dan rasa memelihara. Partisipasi ini dimulai dengan penerangan, pendidikan dan sebagainya baik secara langsung maupun tidak langsung.
4. Elemen-elemen peran serta masyarakat
Elemen-lemen peran serta masyarakat diantaranya sebagai berikut:
a. Motivasi
Persyaratan utama masyarakat berpartisipasi adalah motivasi. Tanpa motivasi masyarakat sulit berpartisipasi disegala program. Timbulnya motivasi harus dari masyarakat itu sendiri dan pihak luarnya hanya meragsang saja. Untuk itu pendidikan kesehatan sangat diperlukan dalam rangka merangsang tumbuhnya motivasi.
b. Komunikasi
Suatu komunikasi yang baik adalah yang dapat menyampaikan pesan, ide dan informasi kepada masyarakat. Media masa, seperti TV, radio, poster, film dan sebagainya. Semua itu sangat efektif untuk manyampaikan pesan yang akirnya dapat menimbulkan partisipasi.
c. Kooperasi
Kerja sama dengan instansi-instansi di luar kesehatan masyarakat dan instansi kesehatan sendiri adalah mutlak diperlukan. Adanya team work antara mereka ini akan membantu menumbuhkan partisipasi.
d. Mobilisasi
Hal ini berarti bahwa peran serta itu bukan hanya terbatas pada tahap pelaksanaan program. Partipasi masyarakat dapat dimulai seawal mungkin sampai ke akhir mungkin, dari identifikasi masalah, menentukan prioritas masalah, perencanaan program, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi program.
5. Strategi peran serta masyarakat
Strategi peran serta menurut Notoatmojo (2007) yang dapat dipakai adalah sebagai berikut:
a. Pendekatan masyarakat, diperlukan untuk memperoleh simpati masyarakat. Pendekatan ini terutama ditunjukan kepada pimpinan masyarakat, baik yang formal maupun informal.
b. Pengorganisasian masyarakat dan pembentukan tim
1) Dikoordinasikan oleh lurah atau kepala desa.
2) Tim kerja yang dibentuk tiap RT, anggota tim adalah pemuka masyrakat RT yang bersangkutan dan pimpinan oleh ketua RT.
c. Survei diri
Tiap tim kerja di RT melakukan survei di masyrakatnya masing-masing dan diolah serta dipresentasikan kepada warganya.
d. Perencanaan program
Perencanaan dilakukan oleh masyarakat sendiri setelah mendengarkan presentasi survei diri dari tim kerja, serta telah menentukan bersama tentang prioritas masalah akan dipecahkan. Merencanakan program ini perlu diarahkan terbentuknya dana sehat dan kader kesehatan. kedua hal ini merupakan sangat penting dalam rangka pengembangan peran serta masyarakat. Dana sehat tersebut selain dari bentuk peran serta masyarakat, juga merupakan motor penggerak program.
e. Training (Pelatihan)
Training para kader harus dipimpin oleh dokter puskesmas meliputi medis dan manajemen kecil-kecilan dalam mengolah program-program kesehatan tingkat desa serta pencatatan, pelaporan, dan rujukan.
f. Rencana evaluasi
Menyusun rencana evaluasi perlu ditetapkan kriteria keberhasilan suatu program, secara sederhana dan mudah dilakukan oleh masyrakat atau kader itu sendiri (Notoatmojo, 2007).

DEMAM BERDARAH DENGUE

ABSTRAK

AGUS SAMSUDRAJAT S. J 410 040 028

HUBUNGAN ANTARA PERAN SERTA KADER KESEHATAN DAN PEMERINTAH DESA DENGAN UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA KETITANG KECAMATAN NOGOSARI KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2009
xviii+53+9

Kabupaten Boyolali merupakan daerah endemis DBD, pada tahun 2008 mempunyai IR 45,82/100.000 dengan CFR 0,7%. Kecamatan yang endemis di Kabupaten Boyolali adalah Kecamatan Nogosari, dimana pada tahun 2006 IR 27,93/100.000 dengan CFR 0%. Tahun 2007 IR 60,88/100.000 dengan CFR 1,64% dan pada tahun 2008 IR 85,34% dengan CFR 1,64%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran serta kader kesehatan dan pemerintah desa dengan upaya penanggulangan DBD di Desa Ketitang dengan menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 40 kader kesehatan dan 62 pemerintah desa. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran serta kader kesehatan (p=0,001) dan pemerintah desa (p=0,000) dengan upaya penanggulangan DBD di Desa Ketitang Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali tahun 2009.

Kata kunci : Peran serta kader kesehatan, pemerintah desa, upaya penanggulangan DBD
Pustaka : 31 (1992 – 2009)

Selasa, 05 Oktober 2010

HUBUNGAN PERAN SERTA PEMERINTAH DESA DAN KADER KESEHATAN DALAM UPAYA MENANGGULANGI DBD


ARTIKEL PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA PERAN SERTA KADER  KESEHATAN DAN PEMERINTAH DESA DENGAN UPAYA PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)...


http://www.scribd.com/doc/38749133/ARTIKEL-PUBLIKASI

Senin, 10 Agustus 2009

Buah Karya Puisi Sederhana

Setiap Apapun
setiap nafas yang kau ambil

setiap nafas yang kau ambil
setiap gerak yang kau buat
setiap ikatan yang kau rusak
setiap langkah yang kau pilih
ku kan memperhatikan mu setiap waktu

setiap kata yang kau ucap
setiap permainan yang kau mainkan
tak bisakah kau melihat
kau adalah milikku
bagaimana sakitnya hatiku
oleh setiap langkah yang kau pilih
setiap gerak yang kau buat
setiap sumpah yang kau langgar
setiap senyum yang kau palsukan
setiap tuntunan yang kau minta

sejak kau pergi aku tersesat tanpa jejak
di mimpi malamku hanya ku lihat wajahmu
di sekitarku hanya hanya kau yang tak tergantikan
aku begitu kedinginan kunanti pelukanmu


31,8,07
by agoes s


SENJA DI PELABUHAN KECIL
Buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis memepercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air hilang ombak
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap


kahlil-gibran
WAKTU
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan17

kembalikan indonesia pada ku
Puisi oleh Taufik Ismail
sumber: Secrets Need Words: Indonesian Poetry, 1966-1998,
edited and translated by Harry Aveling
(Athens, OH: Center for International Studies Ohio University, 2003)
Kembalikan Indonesia Padaku
Hari depan Indonesia adalah duaratus juta mulut yang
menganga
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang
menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong
siang-malam, dengan bola yang bentuknya seperti
telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang
tenggelam karena seratus juta penduduknya.
Kembalikan
Indonesia
padaku.
Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main
pingpong siang malam dengan bola telur angsa di
bawah sinar lampu 15 wat.
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan
tenggelam lantaran berat bebannya kemudian
angsa-angsa berenang di atasnya.
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang
menganga, dan di dalam mulut itu ada bola-bola
lampu 15 wat, sebagian putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang
berenang-renang sambil main pingpong di atas
pulau Jawa yang tenggelam dan membawa seratus juta
bola lampu 15 wat ke dasar lautan.
Kembalikan
Indonesia
padaku.
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong
siang malam dengan bola yang bentuknya seperti
telur angsa
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang
tenggelam karena seratus juta penduduknya.
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang
menyala bergantian.
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang
menganga.
Kembalikan Indonesia padaku.